Telah Digunakan di Indonesia, Vaksin Sinovac Akhirnya Dapat Izin Darurat WHO

KATAIND.COM — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya memberikan emergency use authorization (UEA) atau izin darurat untuk vaksin asal China dengan merek Sinovac.

WHO menyatakan memberikan izin karena vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan internasional terkait keamanan, efikasi atau keampuhan, serta manufaktur vaksin.

“WHO hari ini memvalidasi vaksin Sinovac-CoronaVac Covid-19 untuk penggunaan darurat,” kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Channel News Asia, Rabu (2/6/2021).

Pada bulan lalu, WHO telah memberikan persetujuan penggunaan pada vaksin Sinopharm. Saat itu, Sinopharm menjadi vaksin COVID-19 asal China pertama yang mendapat izin penggunaan darurat dari WHO.

WHO juga telah memberikan persetujuan penggunaan darurat pada beberapa vaksin lainnya, yaitu Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson&Johnson, dan AstraZeneca yang diproduksi di Korea Selatan, India, serta UE.

Dengan adanya persetujuan ini, membuka jalan untuk sejumlah negara untuk memberikan persetujuan impor bagi vaksin Corona dan mendistribusikannya. Terutama pada negara-negara yang sampai saat ini masih belum memiliki regulator standar internasional sendiri.

Telah Digunakan di Indonesia

Indonesia telah menggunakan vaksin Sinovac untuk melawan virus Covid-19 pada Januari 2021.

Orang pertama yang menerima vaksin ini adalah Presiden Joko Widodo.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, mengatakan, efikasi vaksin Sinovac 65,3 persen berdasarkan hasil uji klinis.

Efikasi vaksin ini berbeda-beda di tiap negara yang melakukan uji klinis. Menurut Penny, berdasarkan laporan dari pengujian di negara Turki efikasinya sebesar 91,25 persen dan di Brasil adalah sebesar 78 persen.

Kendati, masih lebih rendah dibandingkan kedua negara lainnya, Penny menegaskan, hasil uji klinik vaksin Sinovac Biotech Ltd ini telah memenuhi standar persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di mana minimal efikasi yang harus dicapai adalah 50 persen.

“Efikasi sebesar 65,3 persen dari hasil uji klinik di Bandung menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3 persen,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malcare WordPress Security