Prabowo-Megawati/antaranews.com

Duet Prabowo-Megawati di Pilpres 2024 Mungkin Saja Terjadi

KATAIND.COM — Pro Mega Center, kelompok relawan yang sudah lama aktif mendukung Megawati, menilai Megawati berpotensi besar kembali menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

Pertimbangannya, PDI Perjuangan memiliki 128 kursi di DPR RI, sedang syarat untuk tiket Pilpres atau presidensial threshold adalah 115 kursi (20% dari jumlah kursi di DPR RI).

“Artinya, PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang sudah siap tiket di Pilpres,” ujar Direktur Pro Mega Center Mochtar Mohammad dalam keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).

Ia mengatakan Megawati merupakan figur sentral di PDI Perjuangan. Selain itu, Megawati dinilai berpengalaman dalam menjadi presiden dan berhasil mengatasi krisis ekonomi pada 1998.

Hal lain, sebutnya, saat ini konsolidasi organisasi PDI Perjuangan hampir rampung, DPC seluruh kabupaten/kota 100% selesai, Pimpinan Anak Cabang (PAC/Kecamatan) 100% selesai, Pengurus Ranting (tingkat desa/kelurahan) seluruh Indonesia selesai, dan Pengurus Anak Ranting (tingkat RW/Dusun) 60% selesai.

Selanjutnya, kata Mochtar, Megawati bersama dengan Presiden Joko Widodo punya potensi untuk menggalang koalisi besar. Karena posisi sekarang partai-partai besar berada dalam satu barisan di koalisi pendukung pemerintah.

Mochtar mengatakan majunya Megawati dalam pilpres akan mempercepat konsolidasi organisasi dan meningkatkan perolehan kursi PDIP. Serta gotong royong kader dinilai akan semakin masif.

Berpasangan dengan Prabowo

Mochtar Mohammad menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai berpotensi mendampingi Megawati.

Mochtar mengatakan duet Megawati dan Prabowo merupakan kesuksesan yang tertunda pada Pemilu 2009. Mochtar sendiri diketahui merupakan Ketua Deklarasi Presiden Mega Prabowo pada 2009 di Bantar Gebang.

“2009 kesuksesan yang tertunda,” kata Mochtar.

BACA JUGA: Ada Peluang Prabowo-Puan Maju di Pilpres 2024

Dia menilai pasangan Mega-Prabowo dapat membentuk koalisi besar. Menurutnya, duet ketum parpol itu berpotensi membuat tidak ada calon lain yang berani maju di Pilpres nanti.

“Kalau Mega-Prabowo bisa potensi koalisi besar mengarah satu pasang atau konsensus. Nggak ada yang berani maju,” kata Mochtar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malcare WordPress Security